MAKASSAR – Seorang remaja berusia 18 tahun asal Limbung, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu jemaah calon haji termuda tahun ini dengan kisah yang menyentuh hati.
Remaja yang kini berstatus mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar tersebut berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan sang ayah yang telah wafat.
Keberangkatan ini bermula ketika ayahnya mendapatkan porsi tambahan haji. Namun takdir berkata lain, sang ayah meninggal dunia pada Oktober 2025.
Dua minggu setelah kepergian tersebut, remaja ini menerima kabar bahwa dirinya bisa menggantikan posisi sang ayah untuk menunaikan ibadah haji.Perasaan haru pun tak terbendung. Di satu sisi, ia merasakan kebahagiaan karena dapat berangkat ke Tanah Suci di usia muda.
Namun di sisi lain, terselip kesedihan mendalam karena seharusnya sang ayah yang menjalankan ibadah tersebut.Kesedihan semakin bertambah lantaran ibunya juga telah lebih dahulu meninggal dunia. Kini, sebagai anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tua dan saudaranya, ia harus menjalani hidup seorang diri dan tinggal bersama neneknya.
Perjalanan haji ini menjadi sangat bermakna baginya. Ia mengaku akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendoakan kedua orang tuanya di Tanah Suci sebagai bentuk bakti dan cinta yang tak terputus.
Remaja ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas pelayanan yang diberikan, mulai dari proses manasik hingga keberangkatan yang dinilai sangat membantu para jemaah.
Diketahui, ia tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Makassar dan siap menunaikan ibadah haji dengan penuh keikhlasan. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan ibadah, tersimpan cerita perjuangan, kehilangan, dan harapan yang begitu dalam.(Wr)

Komentar