Indonesianpost.id.Makassar— Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda Sulawesi Selatan memberikan pengarahan kepada peserta Dikbangspes Dasar Reserse Bareskrim Mandiri Kewilayahan secara online Zona WITA Gelombang II Tahun Anggaran 2026 pada acara penutupan pendidikan, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan penutupan berlangsung di Ballroom Balla Lompoa Hotel Harper, Kota Makassar, mulai pukul 09.00 WITA.
Program pendidikan dan pengembangan spesialisasi (Dikbangspes) tersebut dilaksanakan secara daring selama kurang lebih satu bulan atau 22 hari kerja.
Sebanyak 209 penyidik Polri mengikuti kegiatan ini, terdiri dari personel Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, serta anggota dari sejumlah Polrestabes dan Polres di wilayah Sulawesi Selatan.
Peserta Dikbangspes berasal dari jenjang bintara hingga perwira. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kapolri yang dijalankan melalui Kabareskrim Polri dan Pusdik Reskrim Polri.
Dalam sambutannya, Wadir Krimsus Polda Sulsel AKBP Dodik Susianto yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Dikbangspes menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan profesionalisme dan kompetensi teknis penyidik dalam menangani perkara pidana.
“Melalui Dikbangspes ini diharapkan para penyidik semakin profesional dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Acara penutupan turut dihadiri Kasubdit Tipikor, Kasubbag Renmin Ditreskrimsus, serta 28 personel tenaga pendidik pendamping (Gadik Pendamping).
Selain peningkatan kemampuan teknis, Wadir Krimsus juga mendorong para personel, khususnya bintara, untuk melanjutkan pendidikan umum hingga jenjang sarjana.
Ia mengajak anggota yang belum menempuh pendidikan S1 agar memanfaatkan kesempatan kuliah, baik melalui program beasiswa Polri maupun secara mandiri di sejumlah perguruan tinggi seperti UMI dan Unhas.
“Pendidikan umum juga penting untuk pengembangan karier, termasuk untuk menempuh jenjang perwira,” katanya.
Bagi personel yang telah menyelesaikan pendidikan S1, ia juga mendorong agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan S2 hingga S3.
Di akhir arahannya, Wadir Krimsus berpesan agar para penyidik senantiasa menjalankan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta adaptif terhadap dinamika perkembangan kejahatan.
Rudy
Wadir Krimsus Polda Sulsel Dorong Penyidik Tingkatkan Kompetensi dan Pendidikan
Indonesianpost.id.Makassar – Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda Sulawesi Selatan mendorong para penyidik meningkatkan kompetensi teknis sekaligus pendidikan akademik guna menunjang profesionalisme dalam penegakan hukum.
Hal tersebut disampaikan saat penutupan Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Dasar Reserse Bareskrim Mandiri Kewilayahan Zona WITA Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara daring, Jumat (8/5).
Kegiatan penutupan berlangsung di Ballroom Balla Lompoa Hotel Harper Makassar mulai pukul 09.00 WITA. Program Dikbangspes dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan atau 22 hari kerja.
Sebanyak 209 penyidik Polri mengikuti pendidikan tersebut.
Mereka berasal dari Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, serta sejumlah personel Polrestabes dan Polres jajaran di wilayah Sulawesi Selatan. Peserta terdiri dari jenjang bintara hingga perwira.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kapolri yang dijalankan melalui Kabareskrim Polri dan Pusdik Reskrim Polri untuk meningkatkan kualitas penyidik di kewilayahan.
Dalam sambutannya, Wadir Krimsus Polda Sulsel AKBP Dodik Susianto Nanti kalau nulis lagi nama AKBP Dodik Susianto, S.I.K.,M.H yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Dikbangspes menegaskan, pendidikan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis penyidik dalam menangani perkara pidana.
“Melalui Dikbangspes ini diharapkan para penyidik semakin profesional dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Penutupan kegiatan turut dihadiri Kasubdit Tipikor, Kasubbag Renmin Ditreskrimsus, serta 28 tenaga pendidik pendamping (Gadik Pendamping).
Selain peningkatan kemampuan teknis, Dodik juga mendorong personel, khususnya dari kalangan bintara, untuk melanjutkan pendidikan umum hingga jenjang sarjana.
Ia meminta anggota yang belum menempuh pendidikan S1 agar memanfaatkan peluang kuliah, baik melalui program beasiswa Polri maupun secara mandiri di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Pendidikan umum juga penting untuk pengembangan karier, termasuk untuk menempuh jenjang perwira,” katanya.
Tak hanya itu, personel yang telah menyelesaikan pendidikan S1 juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan magister hingga doktoral.
Di akhir arahannya, Dodik berpesan agar seluruh penyidik menjalankan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel serta mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan kejahatan.

Komentar