Hukum & Kriminal Daerah Nasional
Beranda / Nasional / WNI Asal Maros Diduga Dibunuh Rekan Sesama WNI di Armenia, Keluarga Berharap Jenazah Segera Dipulangkan

WNI Asal Maros Diduga Dibunuh Rekan Sesama WNI di Armenia, Keluarga Berharap Jenazah Segera Dipulangkan

MAROS,– Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto (24), ditemukan meninggal dunia di kamar mess perusahaan tempatnya bekerja di Kota Yerevan, Republik Armenia.

Kasus tersebut viral di media sosial dan diduga merupakan tindak pembunuhan yang dilakukan oleh rekan kerjanya sesama WNI.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari rekan kerja korban, peristiwa itu terungkap setelah Valenth tidak dapat dihubungi dan tidak keluar dari kamar saat hari liburnya.

Rekan-rekan kerja yang curiga kemudian membuka kamar menggunakan kunci cadangan dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

Pihak keluarga mengaku menerima informasi bahwa saat ditemukan, tangan dan kaki korban terikat lakban. Selain itu, mulut dan leher korban juga dilakban.

Pelindo Tolitoli Gandeng PDAM Ogomalane, Perkuat Layanan Air Bersih untuk Kapal dan Pelabuhan

Dugaan motif kasus tersebut masih dalam penyelidikan otoritas Armenia.Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, mengatakan kakaknya tidak pernah menceritakan adanya masalah di tempat kerja.

Namun, sebelum kejadian, korban sempat mengutarakan keinginannya untuk pulang ke Indonesia.
“Dia tidak pernah cerita kalau ada masalah di lingkungan kerjanya. Dia hanya bilang ingin pulang ke Indonesia. Kami berharap pemerintah bisa membantu mempercepat pemulangan jenazah agar keluarga dapat bertemu untuk terakhir kalinya,” ujar Arnold.

Valenth diketahui baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia sebagai staf marketing IT konsultan. Almarhum merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga.

Keluarga juga menduga kasus tersebut berkaitan dengan penolakan korban untuk terlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Meski demikian, dugaan itu masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari otoritas Armenia.

Hingga kini, keluarga masih menunggu informasi resmi dari KBRI terkait proses pemulangan jenazah. Di tengah suasana duka, keluarga inti dan kerabat masih berkumpul di rumah adik almarhum di Kota Makassar sambil menanti kabar terbaru.

Kado Penghargaan Menyalakan Literasi Santri di Ponpes Al-Ikhlas Buton Tengah

Mereka berharap jenazah Valenth dapat segera dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan secara layak serta para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *