MAKASSAR – Ketua Pasukan Adat To Manurung, Ryan Latief La Kaseng, mengkritik praktik kekuasaan yang dinilainya memanfaatkan kemiskinan sebagai alat politik. Pernyataan tersebut disampaikannya di Makassar, Kamis (24/7/2026).Ryan menilai kemiskinan seharusnya menjadi persoalan sosial yang harus diselesaikan, bukan dipelihara untuk kepentingan elektoral. Menurutnya, kondisi tersebut membuat rakyat terus bergantung pada bantuan tanpa memperoleh kemandirian ekonomi.Ia juga menyoroti berbagai program bantuan sosial, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya akan kehilangan makna jika tidak disertai reformasi struktural yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.“Alih-alih memandirikan rakyat, langkah-langkah ini kerap berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Ini adalah bentuk kolonialisme modern,” ujar Ryan.Dalam keterangannya, Ryan turut menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar memperhatikan sejarah bangsa dan memastikan kebijakan pemerintah tidak menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan.Menurut Ryan, pola bantuan yang digunakan sebagai instrumen politik berpotensi melanggengkan kemiskinan dan ketidakberdayaan rakyat. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan keadilan sosial dan kemandirian ekonomi, bukan sekadar bantuan yang bersifat sementara.“Bangsa ini tidak butuh sekadar belas kasihan berkala; bangsa ini butuh keadilan sosial dan kemandirian ekonomi,” tegasnya.

Komentar