Makassar- Kegiatan Workshop PROFAS Leadership kembali melahirkan lulusan angkatan pertama setelah melalui rangkaian pelatihan dan seleksi yang ketat. Sebanyak 20 peserta resmi diwisuda sebagai lulusan program Training of Trainer (TOT) yang digagas oleh Founder PROFAS Leadership, Prof. Dr. Muh. Asdar dam disampingi Prof., Dr. Firman Menne dan Bahrul Ulum Ilham PhD di Kantor PLUT jalan Metro Tanjung Bunga, Kamis (06/08/2026).
Ketua Alumni Penggerak PROFAS Leadership, Grehenita, mengatakan para peserta yang mengikuti TOT telah dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin yang mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Hari ini merupakan puncak kegiatan bagi peserta yang telah mengikuti Training of Trainer. Program ini dirancang untuk melatih kepemimpinan bagi pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru,” ujar Grehenita.
Ia mengaku bangga menerima piagam kelulusan langsung dari Founder PROFAS Leadership. Menurutnya, Prof. Dr. Muh. Asdar selama ini menjadi sosok pembimbing yang memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai moral dan integritas.
Grehenita juga mengungkapkan tantangan selama mengikuti pelatihan. Peserta harus meluangkan waktu mengikuti materi secara intensif selama beberapa hari berturut-turut, mempersiapkan mental, serta menjalani proses evaluasi yang cukup mendalam.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diduplikasi dan diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak lahir pemimpin yang berkarakter melalui konsep PROFAS Leadership,” katanya.
Sementara itu, Founder PROFAS Leadership, Prof. Dr. Muh. Asdar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan prosesi wisuda bagi peserta Training of Trainer setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.
Menurutnya, PROFAS Leadership merupakan konsep kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan Rasulullah SAW dengan mengusung nilai Profesional, Rahmat, Optimis, Amanah, dan Sidqi.
“Kepemimpinan tidak harus dimiliki oleh seseorang yang memiliki jabatan. Siapa pun bisa menjadi pemimpin, dimulai dari memimpin dirinya sendiri. Yang terpenting adalah memiliki kesehatan lahir dan batin, integritas, serta semangat melayani,” ujar Prof. Asdar.
Ia menjelaskan, pelatihan terbuka bagi pelaku UMKM, dosen, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pembinaan intensif dan menjalani tiga tahap evaluasi sebelum dinyatakan lulus.
Pada angkatan pertama, sebanyak 33 peserta mengikuti pelatihan.
Namun, hanya 20 orang yang berhasil memenuhi seluruh standar kelulusan dan diwisuda, sementara peserta lainnya belum dinyatakan lulus.
Prof. Asdar menegaskan bahwa pihaknya akan kembali membuka Workshop PROFAS Leadership gelombang kedua. Seleksi tetap akan dilakukan secara ketat agar setiap lulusan benar-benar memiliki kompetensi kepemimpinan sesuai nilai-nilai PROFAS.
“Kami mengajak seluruh lulusan untuk selalu jujur kepada diri sendiri, berbuat baik kepada sesama, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Insyaallah, program ini akan terus berlanjut melalui angkatan berikutnya,” tutupnya.
(Rudy).

Komentar