JAKARTA — Sekretaris Jenderal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU), Idy Muzayyad, mendorong 92 alumni IPNU yang saat ini mendapat amanah dalam berbagai posisi di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk memperkuat konsolidasi dan kontribusi dalam menyongsong Muktamar ke-35 NU.
Menurut Idy, keberadaan puluhan alumni IPNU dalam struktur NU merupakan potensi strategis yang perlu disinergikan untuk mendorong regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat kontribusi kader IPNU bagi masa depan jam’iyah.“92 alumni IPNU yang mendapatkan amanah di berbagai posisi NU merupakan potensi besar.
Mereka perlu membangun komunikasi dan konsolidasi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi masa depan Nahdlatul Ulama,” ujar Idy dalam Silaturahmi Nasional MA IPNU di Jakarta, Jumat (7/8/2026).Ia menegaskan, konsolidasi alumni IPNU bukan untuk membangun eksklusivitas kelompok, melainkan memastikan kader-kader yang lahir dari proses kaderisasi IPNU memperoleh ruang yang proporsional dalam regenerasi kepemimpinan NU.
“Regenerasi harus memberikan kesempatan kepada kader-kader potensial untuk menunjukkan kapasitas, gagasan, integritas, dan pengalaman organisasinya. Alumni IPNU siap mengambil bagian dalam proses tersebut,” katanya.Idy juga mengajak seluruh kader NU menjaga suasana Muktamar agar tetap sejuk dan bermartabat.
Menurutnya, setiap kader yang memenuhi ketentuan organisasi harus diberikan kesempatan yang adil untuk berkontribusi dalam proses kandidasi kepemimpinan.“Jangan ada upaya saling menghalangi, mendiskreditkan, apalagi menjatuhkan. Kita ingin Muktamar berlangsung sejuk, bermartabat, gembira, dan bahagia. Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan,” tegasnya.
Selain regenerasi, Idy mendorong penguatan kepemimpinan Syuriyah melalui tafaqquh fi al-din dan penguasaan khazanah kitab kuning. Ia juga menilai PBNU ke depan perlu memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam secara amanah, profesional, dan berkeadilan.
“Alumni IPNU harus hadir sebagai bagian dari solusi dan kekuatan integratif NU. Orientasi kita bukan kepentingan kelompok, tetapi bagaimana NU semakin kuat, mandiri, berilmu, adaptif, dan memberikan kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” pungkas Idy.

Komentar