‎Ekonomi & Bisnis Kesehatan Lifestyle Nasional
Beranda / Nasional / Taruna Ikrar Dorong Jejaring Regulasi Kosmetik Global, Industri Indonesia Disiapkan Tembus Pasar Dunia

Taruna Ikrar Dorong Jejaring Regulasi Kosmetik Global, Industri Indonesia Disiapkan Tembus Pasar Dunia

TANGERANG — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menjadi keynote speaker dalam BPOM Regulatory Session: The Initiation of the Global Cosmetic Regulatory Network di ICE BSD, Tangerang, 2–3 Oktober 2026.

Agenda tersebut menjadi bagian dari SICS Summit 2026 dan The 1st SICS Scientific Conference yang mengusung tema “Elevating Indonesia’s Beauty Industry: The Strategic Role of Cosmetic Scientists in Sustainable Innovation.”Sesi khusus BPOM tersebut menjadi forum untuk membangun jejaring kolaborasi global dan membahas masa depan regulasi sektor kosmetik.

Kegiatan ini mempertemukan otoritas regulasi, organisasi internasional, akademisi, ilmuwan, serta pelaku industri kosmetik untuk membahas perkembangan regulasi dan tantangan industri kecantikan di tingkat global.Salah satu tujuan utama forum adalah mendorong harmonisasi kerangka regulasi kosmetik serta memperkuat pertukaran informasi mengenai perkembangan kebijakan di berbagai negara.

Selain itu, perkembangan sains dan teknologi kosmetik juga menjadi bagian penting dalam pembahasan agar regulasi tetap relevan dengan inovasi industri.Aspek keamanan, kepatuhan, inovasi, dan keberlanjutan menjadi perhatian dalam membangun industri kosmetik yang mampu berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen.

Implementasi regulasi halal juga menjadi salah satu agenda penting, terutama dalam memberikan pemahaman dan kesiapan strategis bagi pelaku industri terkait kewajiban sertifikasi halal kosmetik di Indonesia.Peserta kegiatan, Reni Ardianti Putri, CEO PT Kasyara Sula Maju, menyambut positif forum tersebut.

Pelindo Tolitoli Gandeng PDAM Ogomalane, Perkuat Layanan Air Bersih untuk Kapal dan Pelabuhan

Menurut Reni, kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru mengenai regulasi, standar keamanan, kebijakan sertifikasi, distribusi kosmetik, serta perkembangan teknologi bahan baku dan formulasi.Ia juga menilai materi yang disampaikan para narasumber sangat komprehensif, berbasis data, dan aplikatif bagi pelaku industri.”Kegiatan ini sangat luar biasa, tepat waktu, dan krusial bagi perkembangan industri kosmetik saat ini.

Forum ini mempertemukan regulator, akademisi, pelaku usaha, dan pakar industri untuk menyelaraskan visi menghadapi tantangan global,” ujar Reni.Ia menilai peningkatan kualitas dan inovasi akan menjadi faktor penting agar produk kosmetik Indonesia mampu bersaing lebih luas.Reni berharap industri kosmetik nasional tidak hanya mampu menguasai pasar dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal di pasar internasional.

“Kosmetik Indonesia diharapkan bisa menjadi raja di negeri sendiri, dengan produk berkualitas tinggi dan berbasis kearifan lokal, sekaligus mampu melakukan ekspansi ke pasar global,” katanya.

Melalui penguatan jejaring regulasi dan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, akademisi, dan pelaku usaha, industri kosmetik Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi persaingan global dengan tetap mengedepankan keamanan, kepatuhan regulasi, inovasi, dan keberlanjutan.(rpi)

Semarak HUT ke-357 Sulsel, Pemkab Bone Ikut Kirab Swasembada Pangan, Stan Pasar Murah Diserbu Ribuan Warga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *