BATAM_Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus rapat koordinasi di Batam, Kepulauan Riau, guna memastikan pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan berjalan optimal menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya, Taruna Ikrar meninjau langsung sejumlah sarana produksi dan peredaran pangan, termasuk gudang distribusi, retail modern, serta pasar tradisional. (Selasa / 17 Maret 2026)Pengawasan difokuskan pada aspek keamanan, mutu, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa produk yang beredar di masyarakat.Selain itu,
Taruna Ikrar juga memimpin rapat konsolidasi bersama jajaran BPOM setempat untuk memperkuat strategi pengawasan terpadu di wilayah perbatasan. Dalam rapat tersebut dibahas langkah-langkah konkret, mulai dari peningkatan pengawasan distribusi, penguatan laboratorium pengujian, hingga kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
“Wilayah perbatasan seperti Batam memiliki peran strategis sekaligus tantangan besar, terutama terkait arus masuk produk impor. Karena itu, lpengawasan harus lebih diperketat agar masyarakat terlindungi dari produk yang tidak memenuhi ketentuan,” ujar Taruna Ikrar.
Dalam lawatannya ke Batam, Taruna Ikrar turut didampingi Staf Khusus BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., yang aktif mendukung berbagai agenda penguatan pengawasan serta pendekatan humanis kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam kunjungannya ke Kantor BPOM Batam, Taruna Ikrar juga menunjukkan sisi humanis dengan menyempatkan diri berbagi tali kasih bersama para “pekerja senyap” yang selama ini menjadi bagian penting dari operasional, seperti satpam, tukang kebun, sopir, dan petugas kebersihan (cleaning service). Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
“Peran mereka sangat besar, meskipun sering tidak terlihat. Mereka adalah bagian dari keluarga besar BPOM yang turut menjaga pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Taruna Ikrar menegaskan bahwa perhatian terhadap seluruh elemen, termasuk pekerja pendukung, merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dalam membangun institusi yang kuat dan berintegritas.Ia juga menegaskan bahwa selama bulan
Ramadan dirinya aktif berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk memastikan keamanan pangan dan ketersediaan obat tetap terjaga secara merata.“Negara harus hadir memastikan bahwa masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan, mendapatkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPOM turut melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap sejumlah produk pangan. Hasil sementara menunjukkan mayoritas produk telah memenuhi ketentuan, meskipun masih ditemukan beberapa pelanggaran administratif yang langsung ditindaklanjuti.

Komentar