Makassar – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin hingga akhirnya tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa puluhan penumpang dan awak kapal.
Di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan unsur SAR setelah menerima laporan insiden tersebut.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif.
Dalam operasi pencarian, KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi penumpang KM Nurul Salsa pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA.
Sebanyak 41 orang, termasuk awak kapal, berhasil dievakuasi dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara itu, enam korban lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi dan dievakuasi ke Pulau Polassi.
Berdasarkan data sementara, total korban yang telah ditemukan mencapai 47 orang, terdiri atas 46 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan pendataan ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal diketahui mencapai 70 orang.
“Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan,” jelas Arif.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Kepulauan Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal-kapal nelayan yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi.
Arif menegaskan, seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang sesuai prosedur operasi SAR.
“Kami mohon doa agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban yang masih dalam pencarian. Namun, data korban masih bersifat sementara karena kami masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan tambahan mengenai penumpang yang berada di KM Nurul Salsa,” tutupnya.
Hingga saat ini, operasi SAR terhadap kecelakaan KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (SARMAP).

Komentar