GOWA – Dinamika politik di Kabupaten Gowa kembali menjadi perhatian publik menyusul bergulirnya hak angket oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap pimpinan daerah.
Di tengah perdebatan mengenai batas antara ranah privat dan kepentingan publik, Ketua PASUKAN ADAT TO MANURUNG, Ryan Latief, menyampaikan pandangan yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial serta marwah lembaga pemerintahan.
Ryan Latief menegaskan bahwa mekanisme pengawasan yang dilakukan DPRD melalui Panitia Khusus (Pansus) harus tetap berpijak pada aturan dan tata tertib yang berlaku. Menurutnya, dalam praktik parlemen, sidang maupun rapat Pansus dapat dilaksanakan secara terbuka atau tertutup, bergantung pada substansi materi yang dibahas.
“Secara umum dan berdasarkan ketentuan tata tertib parlemen (DPRD), sidang atau rapat Panitia Khusus maupun alat kelengkapan dewan lainnya dapat bersifat terbuka maupun tertutup, tergantung pada sifat materi muatan yang dibahas,” ujar Ryan Latief.Privasi dan Integritas Jabatan Harus Seimbang menanggapi polemik yang menyentuh ranah pribadi seorang kepala daerah, Ryan menilai terdapat batas yang perlu dijaga antara hak privasi individu dan tuntutan etika pejabat publik.
Ia menyebut persoalan rumah tangga maupun hubungan pribadi pada dasarnya merupakan wilayah privat yang semestinya tidak dieksploitasi secara berlebihan di ruang publik.Karena itu, materi pemeriksaan yang bersifat sensitif dinilai lebih tepat dibahas dalam sidang tertutup guna menjaga martabat individu maupun institusi pemerintahan.
Namun demikian, apabila isu tersebut berkaitan dengan etika penyelenggaraan pemerintahan atau dugaan pelanggaran sumpah jabatan, maka DPRD memiliki kewenangan pengawasan yang harus dihormati.Menurut Ryan, pimpinan Pansus bersama anggota dewan dapat menentukan status persidangan secara proporsional, termasuk mengubah sidang terbuka menjadi tertutup apabila diperlukan demi melindungi hak-hak pihak yang diperiksa sekaligus menjaga proses berjalan secara profesional dan bermartabat.
Tokoh Adat Diminta Jadi Penjaga KesejukanSebagai tokoh adat, Ryan Latief juga menyoroti pentingnya peran pemangku adat dalam menjaga ketenangan masyarakat di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap proses hak angket tersebut. Ia menekankan bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal harus menjadi landasan dalam menyikapi setiap dinamika politik.
Menurutnya, tokoh adat memiliki fungsi sebagai tetuah, penjaga moral sosial, sekaligus penengah atau pabbicara yang mampu menghadirkan kesejukan di tengah perbedaan pandangan. Pendekatan budaya yang berorientasi pada keharmonisan sosial atau sulapa’ appa’ dinilai penting untuk mencegah terjadinya polarisasi di masyarakat.
Seruan Menjaga Stabilitas DaerahDalam pernyataannya, Ketua PASUKAN ADAT TO MANURUNG menyampaikan sejumlah poin penting kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Gowa.
Pertama, masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai opini yang berkembang, khususnya di media sosial. Warga diharapkan tetap tenang dan mempercayakan proses penyelesaian persoalan kepada mekanisme konstitusional yang berlaku.Kedua, Ryan mendorong agar proses Pansus maupun penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, dan adil dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Pengawasan legislatif, menurutnya, harus fokus pada aspek integritas dan tata kelola pemerintahan, bukan sekadar mengejar sensasi atas persoalan pribadi.Ketiga, tokoh masyarakat dan tokoh adat diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi atau mit suro yang membuka ruang dialog antarelemen masyarakat guna menyerap aspirasi serta meredam keresahan sosial.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemulihan marwah institusi melalui pendekatan budaya. Nilai-nilai adat dan sanksi moral lokal dapat menjadi instrumen dalam memulihkan kepercayaan publik, menjaga kewibawaan pemerintahan, serta memperkuat tanggung jawab para pemimpin daerah.Melalui sikap tersebut,
PASUKAN ADAT TO MANURUNG berharap seluruh elemen masyarakat, aparat penegak hukum, DPRD, dan pemerintah daerah dapat bersama-sama menjaga stabilitas Kabupaten Gowa.
Ryan Latief menegaskan bahwa kepentingan umum, persatuan masyarakat, dan marwah kepemimpinan yang beradab harus tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika politik yang berkembang.

Komentar