BANTAENG_Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berposko di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penabur pupuk ergonomis berbahan dasar pipa PVC. Inovasi ini hadir sebagai solusi pemupukan yang lebih efisien bagi petani setempat.
Inovasi ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kebiasaan petani di Desa Kampala yang selama ini melakukan pemupukan secara manual menggunakan tangan, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar, serta berpotensi menimbulkan ketidakmerataan sebaran pupuk pada tanaman.Alat penabur pupuk ini dibuat dari bahan pipa PVC yang mudah didapat dan terjangkau. Alat ini dirancang agar dapat digunakan dengan nyaman oleh petani tanpa harus membungkuk, sehingga lebih ergonomis dan mengurangi kelelahan saat bekerja di lahan.
Alat ini bekerja dengan cara menyalurkan pupuk melalui pipa sehingga sebaran pupuk menjadi lebih terarah, merata, dan tidak berserakan, sekaligus memudahkan petani dalam mengontrol jumlah pupuk yang digunakan pada setiap tanaman.M.Bintang Ramadani selaku mahasiswa penanggung jawab program menjelaskan bahwa alat ini dirancang khusus untuk menyesuaikan kondisi pertanian di Desa Kampala yang didominasi berbagai komoditas unggulan seperti cengkeh, kopi, porang, jagung, dan cokelat di wilayah pegunungan.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan bisa langsung diterapkan oleh petani di sini. Bahan-bahannya mudah didapat dan cara pembuatannya pun tidak sulit,” ujarnya, Minggu (10/8/2026) pukul 17.13 WITA.
Kepala Dusun Baroe, Desa Kampala, Ardi, turut memberikan tanggapan positif terhadap inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116. Menurutnya, alat tersebut memberikan manfaat nyata bagi para petani di wilayahnya.
“Alat ini sangat praktis digunakan. Dengan alat ini, pupuk yang ditaburkan menjadi lebih merata dan terarah, tidak berserakan seperti saat pemupukan dilakukan dengan tangan secara langsung. Ini sangat membantu para petani dalam kegiatan pemupukan sehari-hari,” ungkapnya.
Warga Desa Kampala menyambut baik inovasi ini dan berharap alat tersebut dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani setempat.Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap petani dapat memperoleh alternatif alat pemupukan yang lebih hemat biaya, mudah diaplikasikan, serta mampu meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan teknologi sederhana yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Komentar