TANGERANG — CEO PT Kasyara Sula Maju, Reni Ardianti Putri, menghadiri Gala Dinner SICS Summit 2026 yang berlangsung Jumat, 2 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 WIB di Jalarasa, The Breeze, BSD City, Tangerang.
Gala dinner menjadi salah satu rangkaian kegiatan SICS Summit 2026 yang mempertemukan para ilmuwan kosmetik, regulator, akademisi, pelaku industri, serta peserta dari berbagai negara.

Dalam suasana yang berlangsung akrab dan santai, Reni terlihat berbaur bersama peserta internasional, di antaranya dari Filipina dan Jepang.Interaksi berlangsung hangat di meja makan.
Para peserta saling berbagi pengalaman, cerita, serta pandangan mengenai perkembangan industri kosmetik di negara masing-masing.Pertemuan informal tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk memperluas jejaring dan bertukar informasi mengenai tren, inovasi, regulasi, hingga tantangan yang dihadapi industri kosmetik di berbagai negara.
Kehadiran Reni dalam gala dinner tersebut melanjutkan partisipasinya dalam rangkaian SICS Summit 2026 dan The 1st SICS Scientific Conference, yang mengusung tema “Elevating Indonesia’s Beauty Industry: The Strategic Role of Cosmetic Scientists in Sustainable Innovation.”Sebelumnya, Reni juga mengikuti BPOM Regulatory Session: The Initiation of the Global Cosmetic Regulatory Network yang membahas pentingnya kolaborasi global dan harmonisasi regulasi di sektor kosmetik.

Dalam sesi tersebut, Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., hadir sebagai keynote speaker. Forum membahas perkembangan regulasi kosmetik, perkembangan sains dan teknologi, keberlanjutan, serta kesiapan industri dalam implementasi regulasi halal kosmetik di Indonesia.
Bagi Reni, rangkaian kegiatan SICS Summit 2026 memberikan pengalaman dan wawasan yang penting bagi perkembangan industri kosmetik Indonesia.Ia menilai pertemuan yang melibatkan regulator, akademisi, ilmuwan, pelaku usaha, dan peserta internasional dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas perspektif mengenai perkembangan industri kosmetik global.
“Kegiatan ini sangat luar biasa, tepat waktu, dan krusial bagi perkembangan industri kosmetik saat ini. Acara ini berhasil menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan regulator, akademisi, pelaku usaha, dan pakar industri untuk menyelaraskan visi dalam menghadapi tantangan global,” ujar Reni.
Menurutnya, banyak wawasan baru yang diperoleh, mulai dari pembaruan regulasi dan standar keamanan, kebijakan sertifikasi dan distribusi kosmetik, hingga perkembangan teknologi bahan baku seperti green chemistry dan biotechnology.
Reni juga menilai aspek sustainability semakin penting dalam perkembangan industri kosmetik, mulai dari proses produksi, pemilihan kemasan, hingga pengelolaan limbah.Ia berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dalam forum internasional tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan industri kosmetik nasional.
“Harapan kami, industri kosmetik lokal mampu menjadi raja di negeri sendiri. Produk Indonesia harus memiliki kualitas tinggi, berbasis kearifan lokal, dan mampu bersaing di pasar internasional,” tegas Reni.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, regulator, akademisi, ilmuwan, dan pelaku usaha terus diperkuat sehingga industri kosmetik Indonesia semakin inovatif, berkelanjutan, dan mampu memperluas pasar ke tingkat global.(rpi)

Komentar