‎Pendidikan
Beranda / ‎Pendidikan / Kemendikdasmen Dorong Uji Coba Inovasi Pembelajaran TEFA, Pangkep Kembangkan BioAqua untuk Budidaya Udang Vaname

Kemendikdasmen Dorong Uji Coba Inovasi Pembelajaran TEFA, Pangkep Kembangkan BioAqua untuk Budidaya Udang Vaname

PANGKEP—Kemendikdasmen melakukan kegiatan Inovasi pembelajaran melalui program Teaching Factory (TEFA) terus dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus menjawab kebutuhan industri perikanan yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui program uji coba Budidaya Perikanan dengan memformulasikan dan mengimplementasikan BioAqua, suplemen nutrien alami berbahan dasar rumput laut, yang ditambahkan Biofertilizer Padat berbasis biomassa limbah budidaya untuk optimasi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei).Inovasi pembelajaran TEFA ini mengintegrasikan kompetensi hulu hingga hilir pada program studi Budidaya Perikanan.

Fokus utamanya adalah mengoptimalkan budidaya udang vaname melalui penerapan konsep ekonomi sirkular dan bioteknologi ramah lingkungan.

Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Gowa, Sulawesi Selatan, Lismanto, S.A.P., M.Si., mengatakan, program TEFA memberikan kesempatan kepada siswa PKLatau mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran berbasis praktik dan produksi.

“Inovasi pembelajaran Teaching Factory (TEFA) ini mengintegrasikan kompetensi hulu-ke-hilir pada program studi Budidaya Perikanan. Fokus utama proyek ini adalah optimasi budidaya udang vaname melalui pendekatan sirkular ekonomi dan bioteknologi ramah lingkungan,” kata Lismanto.

Kado Penghargaan Menyalakan Literasi Santri di Ponpes Al-Ikhlas Buton Tengah

Dalam inovasi tersebut, peserta didik terlibat langsung dalam memformulasikan BioAqua, yakni suplemen nutrien alami berbahan dasar rumput laut. Selain itu, limbah padat yang berasal dari sisa kegiatan budidaya juga diolah menjadi Biofertilizer Padat berbasis biomassa limbah budidaya.

Pemanfaatan kedua produk tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular di sektor akuakultur. Limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan diolah kembali sehingga memiliki nilai guna dalam mendukung kegiatan budidaya.

Menurut Lismanto, implementasi inovasi tersebut memberikan dampak positif terhadap kegiatan budidaya udang vaname, di antaranya mendukung peningkatan laju pertumbuhan udang, menjaga kualitas air, serta meminimalkan limbah pada ekosistem tambak.

“Implementasi produk ini terbukti meningkatkan laju pertumbuhan udang, menjaga kualitas air, serta meminimalkan limbah ekosistem tambak,” ujarnya.Selain menghasilkan inovasi di bidang budidaya perikanan, program TEFA ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat dalam proses formulasi BioAqua, pengolahan limbah menjadi Biofertilizer Padat, hingga penerapan produk tersebut dalam kegiatan budidaya udang vaname.

Kedutaan Besar Amerika Serikat Buka Pendaftaran Program Pertukaran FLEX Global bagi Pelajar Indonesia

Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki keterampilan teknis, kemampuan inovasi, serta pemahaman terhadap penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor akuakultur.

Lismanto menegaskan, pengembangan TEFA ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan keterampilan praktis peserta didik dengan perkembangan industri akuakultur modern.

“Model ini berhasil menyelaraskan keterampilan praktis peserta didik dengan kebutuhan industri akuakultur modern yang berkelanjutan (sustainable aquaculture),” jelasnya.

Inovasi BioAqua dan Biofertilizer Padat tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan vokasi dapat berperan dalam menghasilkan inovasi sekaligus solusi terhadap tantangan produksi dan lingkungan di sektor perikanan.

Uji coba ini akan bekerja sama dengan petani tambak setempat agar mampu meningkatkan hasil produksi udang masyarakat. Uji coba ini akan terus dilakukan pengembangan di BBPMVP- KPTK) Gowa, Sulawesi Selatan untuk terus menghasilkan Inovasi untuk masyarakat.

Chaidir Syam, Beri Semangat Book Party Maros dan Serahkan Buku” Literasi Jalan Hidupku”

Melalui pendekatan hulu hingga hilir, TEFA Budidaya Perikanan di Pangkep diharapkan dapat memperkuat keterampilan peserta didik, mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta mendukung pengembangan budidaya udang vaname yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.(rpi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *