Indonesianpost.id ,Makassar – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PW PARMUSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) melantik Ketua Umum dan jajaran pengurus Pimpinan Daerah (PD) PARMUSI Kota Makassar. Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat gerakan dakwah, literasi keagamaan, dan pemberdayaan umat melalui berbagai program sosial.
Ketua Umum PW PARMUSI Sulsel, Dr H Abubakar Wasahua, M.H., mengatakan PARMUSI harus mampu hadir di tengah masyarakat serta merangkul berbagai kalangan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan di Makassar, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Abubakar, pengurus PARMUSI di setiap daerah harus memiliki kemampuan membaca dan menggali potensi masyarakat. Selain itu, organisasi perlu mendekati serta melibatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk mendukung pengembangan organisasi.
“Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman PARMUSI di daerah agar memiliki kemampuan melacak potensi dan mendekati orang-orang cerdas. PARMUSI dihuni orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi, termasuk gelar doktor,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD PARMUSI Kota Makassar, Dr, H.M Ridwan. AI, Bone, S.Ag.,Lc, IME,.SH,.MH mengatakan kegiatan pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi literasi Pegadaian mengenai produk Arrum Haji, Safar, dan investasi emas.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga nonperbankan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait alternatif pembiayaan untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Melalui program tersebut, masyarakat, termasuk kalangan majelis taklim, diharapkan dapat memperoleh pemahaman mengenai fasilitas Arrum Haji dan layanan perjalanan umrah melalui program Halal Go.
Dia menegaskan, PARMUSI Kota Makassar tidak hanya menjadi organisasi kemasyarakatan, tetapi juga wadah perjuangan untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an serta memperkuat keimanan, ketakwaan (IMTAQ), dan kepedulian sosial.
“Harapan kami, melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan keislaman, Makassar bisa menjadi daerah yang aman, tenteram, dan sejahtera di bawah naungan Allah SWT,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan dakwah, PARMUSI Kota Makassar juga berencana membentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat sekaligus memperluas pelaksanaan program keagamaan.
Selain itu, PARMUSI mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum untuk bersama-sama mempelajari Al-Qur’an. Upaya tersebut dinilai penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik sekaligus mencegah perilaku premanisme dan tindakan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.
Di bidang pembinaan keagamaan, PARMUSI juga menjalankan program halaqah rohaniah serta pendidikan dan pelatihan keagamaan. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan Islam, mulai dari memandikan, mengafani hingga proses penguburan.
Program pelatihan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun lalu. Ke depan, PARMUSI berkomitmen meningkatkan pelaksanaannya agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan jenazah.
Melalui berbagai program tersebut, PARMUSI berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kehidupan spiritual masyarakat, serta mendukung pemerintah mewujudkan kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.
(Ahmad).

Komentar