MAKASSAR – Proses seleksi calon guru untuk SMA Unggulan KKSS Bone tahun 2026 menarik perhatian puluhan pelamar dari berbagai daerah di Indonesia. Seleksi dilaksanakan di Kantor Yayasan Sekolah Unggulan KKSS di Makassar Senin(13/04/2026).
Ketua Yayasan Sekolah Unggulan KKSS, AM Rezki R Mulyadi, menyebut seleksi ini bertujuan menjaring tenaga pendidik terbaik yang mampu bersaing di level unggulan.Rezki menjelaskan, seleksi ini difokuskan untuk mendapatkan guru dengan kompetensi tinggi, dedikasi kuat, serta kemampuan profesional dalam mengajar.
“Guru yang terpilih diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan sekolah berbasis mutu, karakter, dan standar internasional,” ujarnya.
Sebanyak 80-an pelamar tercatat mendaftar dalam seleksi tersebut. Dari jumlah itu, proses wawancara dilakukan secara bertahap hingga empat sesi, dengan maksimal 20 peserta per sesi. Pada tahap awal, sebanyak 20 peserta telah mengikuti seleksi, terdiri dari 15 orang yang hadir langsung dan 5 orang mengikuti secara daring melalui Zoom.
Seleksi ini sendiri terdiri dari enam tahapan utama, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, microteaching, tes kompetensi, hingga tes tambahan seperti kemampuan bahasa Inggris dan IT.
Tahap akhir berupa pengumuman dan penetapan peserta yang dinyatakan lolos.Menurut Rezki, aspek paling dominan dalam penilaian adalah kemampuan praktik mengajar atau microteaching, serta kompetensi pedagogik dan profesional.
“Itu yang paling terlihat langsung bagaimana kualitas calon guru saat berada di kelas,” jelasnya.Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai daerah, mayoritas lulusan perguruan tinggi negeri di Makassar, serta beberapa dari Pulau Jawa dan Sumatera.
Mereka memilih mengikuti seleksi secara langsung karena dinilai lebih efektif dalam membangun komunikasi dan menunjukkan kemampuan secara maksimal.
“Tatap muka memberikan interaksi yang lebih natural, minim kendala teknis seperti jaringan internet, serta memudahkan peserta menunjukkan ekspresi dan profesionalisme,” tambahnya.
Pelaksanaan seleksi di lokasi berlangsung tertib, profesional, dan kompetitif. Panitia juga menilai seleksi secara offline memiliki keunggulan dibandingkan online, terutama dalam hal stabilitas teknis dan kualitas komunikasi.
Sementara itu, total peserta yang mengikuti seleksi secara online tercatat sebanyak 15 orang.Panitia berharap guru yang terpilih nantinya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, inovasi dalam pembelajaran, serta komitmen untuk berkembang bersama sekolah.
“Hasil seleksi akan diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh tahapan selesai,” kata Rezki.
Adapun motivasi para peserta mengikuti seleksi ini beragam, mulai dari keinginan mengembangkan karier, pengabdian di dunia pendidikan, hingga faktor kesejahteraan.
Para peserta juga berharap dapat menjadi guru profesional yang mampu mencetak siswa unggul serta terus mengembangkan diri di lingkungan sekolah yang mendukung.
Untuk menghadapi seleksi, peserta dituntut melakukan persiapan matang, mulai dari kelengkapan administrasi, penguasaan materi, hingga kesiapan mental dan teknis. Dengan persiapan tersebut, peluang untuk lolos seleksi dinilai akan semakin besar.

Komentar