Update Cepat
Beranda / Update Cepat / Mencari Makan di Sekitar Permukiman, Seekor Sapi Jatuh ke Sumur Sedalam 7 Meter di Makassar

Mencari Makan di Sekitar Permukiman, Seekor Sapi Jatuh ke Sumur Sedalam 7 Meter di Makassar

MAKASSAR _Seekor sapi betina milik warga terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar tujuh meter di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/4/2026).

Peristiwa ini terjadi saat sapi tersebut tengah mencari makan di sekitar permukiman warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sapi itu tidak menyadari keberadaan sumur yang hanya ditutup menggunakan lembaran seng. Saat menginjak penutup yang rapuh, sapi tersebut langsung terperosok ke dalam sumur.

Petugas pemadam kebakaran dari Posko BTP yang menerima laporan warga segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun, proses penyelamatan tidak berjalan mudah karena sapi sempat meronta dan berisiko tenggelam di dalam sumur.

Dalam upaya evakuasi, petugas melakukan berbagai langkah, mulai dari mengikat tanduk sapi hingga menggunakan sistem penarikan vertikal dengan peralatan khusus. Selain itu, petugas juga menerapkan teknik dengan menambahkan air ke dalam sumur agar tubuh sapi perlahan terangkat ke permukaan.

Dengan bobot mencapai sekitar 240 kilogram, proses evakuasi berlangsung dramatis dan membutuhkan kerja sama tim. Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, sapi akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Motor Tiba-Tiba Terbakar di Lampu Merah, Pasutri Bonceng Tiga Nyaris Celaka!

Sebelumnya, pemilik sapi sempat mencoba melakukan evakuasi secara mandiri, namun tidak berhasil hingga akhirnya meminta bantuan petugas damkar.

Petugas Rescue Damkar Makassar, Muhammad Achsa, mengatakan bahwa laporan dari warga menjadi dasar tim untuk segera melakukan tindakan penyelamatan.
“Kami mendapat laporan dari warga bahwa ada sapi jatuh ke dalam sumur. Langkah awal kami mengikat tanduk sapi supaya tidak tenggelam, lalu menggunakan sistem penarikan vertikal,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa teknik pengisian air dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi.

“Kami tambahkan air ke dalam sumur agar badan sapi bisa terangkat perlahan ke atas. Prosesnya sekitar 30 menit dengan kendala sapi sempat meronta,” tambahnya.

Muhammad Achsa turut mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan lingkungan, khususnya terkait penutup sumur.

Asisten I Pemkot Makassar Drs. H. Andi Muh. Yasir, M.Si Wafat, IAS Sampaikan Duka dari Tanah Suci

“Kami mengimbau warga agar tidak menggunakan seng sebagai penutup sumur. Sebaiknya gunakan material yang lebih kuat agar tidak membahayakan manusia maupun hewan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama sumur yang tidak tertutup dengan aman.

Penggunaan penutup yang kuat dinilai penting guna mencegah kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun hewan di kemudian hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *