Nasional
Beranda / Nasional / BPOM–GPFI Konsolidasi Nasional, Taruna Ikrar Jaga Harga Obat di Tengah Gejolak Global

BPOM–GPFI Konsolidasi Nasional, Taruna Ikrar Jaga Harga Obat di Tengah Gejolak Global

JAKARTA _Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat konsolidasi dengan industri farmasi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang kian meningkat.

Audiensi antara BPOM dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga obat sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku yang masih didominasi impor.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa dinamika global saat ini tidak bisa dipisahkan dari ketahanan sektor kesehatan nasional. Konflik geopolitik, disrupsi logistik, hingga fluktuasi nilai tukar telah menjadi variabel yang secara langsung memengaruhi harga obat di dalam negeri.

“Ketahanan farmasi bukan lagi isu sektoral, tetapi bagian dari kedaulatan negara. Negara harus hadir memastikan rakyat tidak menjadi korban dari gejolak global, terutama dalam akses terhadap obat yang aman, bermutu, dan terjangkau,” ujar Taruna.

Ia menambahkan, dengan capaian BPOM sebagai lembaga yang telah diakui setara dengan standar global melalui status WHO Listed Authority (WLA), Indonesia memiliki fondasi kuat untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga melompat menjadi pemain utama dalam industri farmasi dunia.

Dukung WFH Efisiensi Energi Percepatan Transformasi Tata Kelola Pemerintahan, Taruna Ikrar: Birokrasi BPOM Harus Efisien, Adaptif, dan Berdaya Saing Global

“Dengan pengakuan internasional tersebut, BPOM hari ini berada pada level yang sejajar dengan regulator negara maju. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi tanggung jawab besar untuk memastikan sistem pengawasan kita mampu menopang kemandirian industri dan daya saing global,” tegasnya.

Lebih jauh, Taruna menekankan bahwa arah kebijakan BPOM ke depan adalah membangun ekosistem farmasi nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk mempercepat pengembangan bahan baku obat dalam negeri.

“Kita tidak boleh selamanya bergantung pada impor. WLA adalah pintu masuk menuju transformasi besar dari pasar domestik menjadi kekuatan global. Indonesia harus mampu memproduksi, mengawasi, sekaligus mengekspor produk farmasi dengan standar dunia,” ujarnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh Deputi I BPOM Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, William Adi Teja, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan pengendalian harga obat di tengah tekanan biaya produksi.

“Kami memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berpijak pada prinsip keseimbangan menjamin pasokan tetap aman, tetapi juga menjaga agar harga obat tetap dalam batas yang rasional dan tidak membebani masyarakat,” jelasnya.

Kepala BPOM Laporkan Transformasi ke Presiden Prabowo

Data menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor masih berada di atas 90 persen, menjadikan industri farmasi nasional rentan terhadap gejolak global. Dalam konteks ini, BPOM dan GPFI sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan efisiensi produksi, serta mendorong kebijakan yang mendukung kemandirian bahan baku.

Di sisi lain, GPFI menyatakan komitmen industri untuk terus menjaga keberlanjutan produksi obat nasional, sekaligus mendukung transformasi menuju industri farmasi berbasis inovasi.

Langkah konsolidasi ini mencerminkan pendekatan baru BPOM sebagai regulator strategis tidak hanya menjaga keamanan produk, tetapi juga aktif mengorkestrasi ekosistem industri demi memastikan stabilitas harga, ketahanan pasokan, dan daya saing nasional.Di tengah tekanan global, pemerintah melalui BPOM menegaskan satu hal: akses obat bagi masyarakat tidak boleh terganggu.

Dan di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, arah transformasi menuju kemandirian farmasi nasional kini semakin jelas menuju Indonesia yang setara dengan negara maju di sektor kesehatan.

Transformasi Birokrasi Berbasis Data, BPOM Masuk Jajaran Elit Nasional ASN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *