MAKASSAR _Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Alimuddin, S.H.M.H.M.Kn. resmi mendaftarkan Hak Cipta Karya Intelektual (HAKI) karya bukunya di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Selatan, Senin tgl 2 November 2026. Alimuddin menulis buku berjudul” Berlayar di Lautan Pengabdian, 10 Tahun KKT dalam Memori” tercatat bernomor 001580045 tertanggal 2 November 2026 ditandatangani Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Dr. Hermansyah Siregar, S.H.M.H.
Apa yang dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea, bisa menjadi contoh dan praktek baik terutama menggugah kesadaran masyarakat pentingnya perlindungan hukum atas kekayaan intelekual yang dilahirkan masyarakat. Alimuddin menulis buku selain “Berlayar di Lautan Pengabdian 10 Tahun KKT dalam Memori” juga telah menulis buku “Potret Pendidikan di Era Otonomi Daerah” yang terbit pada 2028.
Sementara itu, tokoh Literasi dan Deklarator Nasional Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia Pusat, Bachtiar Adnan Kusuma, memberi apresiasi tinggi kepada Dr. H. Alimuddin, S.H.M.H.M.Kn., karena kesadaran personal mau mencatatkan bukunya di Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. Langkah ini, kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, menggugah para penulis, penerbit, politisi, akademisi dan pengusaha serta masyarakat Indonesia pentingnya karya intelektual dicatatkan sebagai bentuk kesadaran hukum kolosal sekaligus perlindungan hak cipta agar tidak terjadi pembajakan karya buku.
“ Kami bersyukur karena di tengah kesibukan dan padatnya waktu Pak Dr.H.Alimuddin, S.H.M.H.M.Kn. masih saja bisa membagi waktu menulis dan mencatatkan bukunya di Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum” kata Bachtiar Adnan Kusuma, Wakil Sekjend Pengurus Pusat KKT, Jumat Tgl 6 November 2026 di Makassar.
Menurut BAK, kita butuh politisi yang membaca dan menulis buku. Dan, salah satu bentuk perjuangannya, lanjut BAK adalah mendorong agar setiap politisi, birokrat, pengusaha, akademisi dan masyarakat menulis buku.
Selain kata BAK, akses buku-buku bermutu masih kurang, juga kurangnya penulis di daerah yang memustakan diri menulis untuk bahan bacaan masyarakat.
Karena itu, apa yang dipersembahkan Dr.H.Alimuddin, S.H.M.H.M.Kn. dengan melahirkan karya buku bisa menjadi adrenalin dan energi fositif lahirnya karya-karya buku dari para politisi.
“ Terima kasih Pak Dr. H. Alimuddin, S.H.M.H.M.Kn., yang telah mempersembahkan sumber bacaan kepada masyarakat dengan mendukung Gerakan Wakaf Buku di Sulawesi Selatan” kunci Bachtiar Adnan Kusuma, Tokoh Literasi dan Perbukuan Nasional ini.

Komentar