Politik
Beranda » Berita » Akademisi Makassar Beri Masukan soal Komunikasi Politik Presiden Prabowo

Akademisi Makassar Beri Masukan soal Komunikasi Politik Presiden Prabowo

Indonesianpost.id, Makassar — Guru Besar Prof Armin Arsyad memberikan sejumlah masukan terkait pola komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, komunikasi seorang presiden perlu dibangun secara lebih terukur, terbuka, dan mempertimbangkan berbagai masukan sebelum disampaikan kepada publik.

Hal tersebut disampaikan Armin dalam diskusi publik bertajuk “Komunikasi Presiden: Bagaimana Seharusnya?”.

Ia mengatakan, setiap pernyataan presiden memiliki konsekuensi terhadap persepsi publik. Karena itu, komunikasi politik perlu dipersiapkan dengan matang melalui diskusi bersama tim penasihat maupun pihak-pihak yang memiliki kapasitas di bidangnya.

“Komunikasi politik presiden itu harus baik, elegan, harus disaring dengan baik dulu, didiskusikan dengan tim pemikir, tangki pemikirnya. Kemudian Pak Prabowo setelah semua informasi matang, itu baru dikomunikasikan kepada publik,” kata Armin.

Ia juga menyinggung dinamika politik yang berkembang antara kelompok pendukung Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, perubahan situasi politik tersebut berpotensi memengaruhi respons publik terhadap komunikasi yang disampaikan Prabowo.

Selangkah Menuju Kursi Ketua Golkar Gowa, Lukman B. Kady Hadapi MUSDA XI

Meski demikian, Armin mengingatkan agar presiden tetap berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama ketika situasi politik sedang berkembang.

Selain itu, ia menilai latar belakang militer Prabowo menjadi salah satu hal yang perlu disesuaikan dengan lingkungan politik demokrasi. Menurutnya, kepemimpinan dalam sistem demokratis membutuhkan pola komunikasi dua arah yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

“Latar belakangnya itu yang militeristik, komunikasi politik satu arah, itu yang harus diperbaiki. Karena dia berada dalam lingkungan sistem politik yang demokratis,” ujarnya.

Armin mengatakan, komunikasi dua arah juga perlu diterapkan dalam hubungan presiden dengan media. Ia berharap Prabowo dapat memberikan ruang bagi wartawan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memberikan jawaban yang informatif kepada publik.

Terkait tuntutan mahasiswa yang berkembang dalam beberapa hari terakhir, Armin meminta pemerintah menyikapinya secara bijaksana. Ia menilai aspirasi mahasiswa perlu diterima sebagai masukan untuk memperbaiki berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sumpah Pemuda 2026 Jadi Momentum Perkuat Persatuan, Mahasiswa Diajak Jaga Kamtibmas

“Kalau menurut saya kalau ada tanggapan mahasiswa yang kurang baik, jangan langsung ditanggapi dengan tidak baik. Ditampung saja baru berikan solusi yang tepat dari masalah yang dipersoalkan oleh mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Armin, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Ia menyebut pemimpin yang baik harus berperan sebagai solution maker, yakni pihak yang mampu memberikan jalan keluar terhadap berbagai persoalan publik.

Lebih jauh, Armin juga menekankan pentingnya keberadaan penasihat presiden yang memiliki kapasitas dan keberanian menyampaikan pandangan berbeda.

Menurutnya, penasihat tidak hanya bertugas memberikan dukungan, tetapi juga harus mampu mengingatkan presiden apabila terdapat kebijakan maupun pernyataan yang perlu diperbaiki.

“Orang yang pintar itu harus ada satu orang di sekitar Prabowo itu yang bisa membantah Prabowo. Yang bisa mengingatkan Prabowo, salah kau Prabowo. Begini yang seharusnya,” tuturnya.

Aktivis Disabilitas Temui Deng Ical, Minta Seleksi KND Transparan dan Akuntabel

Ia mencontohkan kisah penasihat raja dalam cerita Perang Troya yang berani menyampaikan pandangan berbeda kepada pemimpinnya. Bagi Armin, keberanian memberikan masukan dan mengoreksi merupakan bagian penting dalam membantu seorang pemimpin mengambil keputusan yang tepat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *