MAKASSAR – Sebanyak 393 jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang, Selasa pagi. Ratusan jemaah ini mayoritas berasal dari Kabupaten Soppeng dan sebagian lainnya dari Kota Makassar.
Dengan menggunakan puluhan bus, para jemaah tiba di lokasi dan langsung diarahkan menuju Aula Arafah untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelepasan yang digelar pemerintah bersama Kementerian Haji dan Umrah.
Di lokasi tersebut, para jemaah juga menerima kartu nusuk yang akan menjadi identitas resmi selama berada di Arab Saudi. Pembagian kartu ini menjadi layanan baru tahun ini, karena sebelumnya kartu nusuk diberikan setelah jemaah tiba di Tanah Suci.
Selain itu, petugas haji turut membagikan gelang identitas kepada seluruh calon jemaah sebagai bagian dari kelengkapan perjalanan ibadah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyampaikan bahwa terdapat dua layanan baru bagi jemaah tahun ini. Selain pembagian kartu nusuk di Makassar, pemeriksaan paspor imigrasi Arab Saudi kini dipindahkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Dampaknya, saat tiba di Jeddah maupun Madinah, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang calon haji asal Soppeng, Badaruddin, mengaku harus menunggu antrean selama 14 tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji.
Ia mengatakan, biaya pendaftaran haji dikumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya sebagai perangkat desa sebelum pensiun.
“Tiap tahun saya sisihkan Rp2,5 juta. Sekarang akhirnya bisa berangkat, meski sendiri,” katanya.
Tahun ini, Embarkasi Makassar dijadwalkan melayani sebanyak 16.750 jemaah calon haji dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia. Rencananya, kloter pertama akan diberangkatkan pada Rabu dini hari melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Arab Saudi.(Wr)

Komentar