Indonesianpost.id.Makassar – Nama Iptu Nasrullah Muntu, pria kelahiran Jeneponto, 21 Juni 1987, memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan kariernya di institusi kepolisian.
Perwira polisi berusia 38 tahun tersebut saat ini menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan.
Namanya tengah menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang menyebabkan meninggalnya seorang remaja berusia 18 tahun, Bertrand Eka Prasetyo.
Namun di balik peristiwa yang kini menjadi perhatian publik, Iptu Nasrullah Muntu sebelumnya dikenal memiliki sejumlah prestasi dalam tugas kepolisian.
Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah keberhasilannya bersama tim dalam menyelamatkan seorang balita bernama Bilqis, yang ditemukan di wilayah Suku Anak Dalam, Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari institusi kepolisian maupun masyarakat.
Sebelum menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Nasrullah juga pernah bertugas sebagai Kasubnit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar.
Perjalanan kariernya di kepolisian dinilai menunjukkan konsistensi.
Ia memulai pendidikan kepolisian melalui Diktukba pada tahun 2005, kemudian menapaki jenjang perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2020, hingga akhirnya meraih pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) pada tahun 2025.
Selain dikenal dalam karier kepolisian, Iptu Nasrullah juga memiliki latar belakang pendidikan yang cukup beragam. Ia pernah menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Keperawatan Mappaodang pada tahun 2011 serta melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.
Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut hingga Strata Dua di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada tahun 2019, dan pada tahun 2025 berhasil meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pengalamannya juga mencakup penugasan internasional. Iptu Nasrullah pernah tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di UNAMID, Sudan. Atas pengabdian tersebut, ia dianugerahi tanda kehormatan Satyalencana Bhakti Buana pada tahun 2013.
Selain itu, ia juga dikenal memiliki kemampuan bahasa asing, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris secara aktif.
Riwayat Pendidikan Formal
SD Negeri Lembangloe (1999)
SMP/Madrasah Tsanawiyah Modern Takalar (2002)
SMA/Madrasah Aliyah Pesantren Tarbiyah Takalar (2005)
D3 Akademi Keperawatan Mappaodang (2011)
S1 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia Makassar (2010)
S2 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (2019)
S3 Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) (2025)
Pendidikan Kepolisian
Diktukba (2005)
Sekolah Inspektur Polisi / SIP (2020)
Pendidikan dan Pelatihan
Pelatihan Dasar Anti Teror (2011)
Riwayat Pangkat
Bripda (2006)
Briptu (2010)
Brigpol (2014)
Bripka (2019)
Ipda (2020)
Iptu (2025)
Riwayat Jabatan
BA Ditsamapta Polda Sulsel (17 Juli 2006)
BA Biddokkes Polda Sulsel (4 Februari 2014)
Banum Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sulsel (29 Agustus 2017)
Pama Polda Sulsel (24 September 2020)
Kasubnit Unitidik V Satreskrim Polrestabes Makassar (3 Februari 2021)
Pama Polrestabes Makassar (4 Januari 2021)
Penugasan Luar Struktur
Formed Police Unit (FPU) Misi PBB di UNAMID, Sudan
Tanda Kehormatan
Satyalencana Bhakti Buana (2013)
Kemampuan Bahasa
Bahasa Arab (aktif)
Bahasa Inggris (aktif)

Komentar