MAKASSAR,- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia menyelenggarakan Dialog Aktivis dengan mengangkat tema “Menyatukan Gagasan, Merawat Perbedaan, Menggerakkan Perubahan.” Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus wadah pertukaran gagasan bagi kalangan mahasiswa dan aktivis untuk memperkuat semangat persatuan, membangun kesadaran kritis, serta mendorong peran generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Dialog aktivis tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Hasrul, S.Pd.I., yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Universitas Negeri Makassar (UNM), serta Fajar Hidayah Asbar, S.H. Keduanya diharapkan dapat memberikan perspektif dan pengalaman mengenai dinamika gerakan mahasiswa, kepemimpinan pemuda, serta pentingnya menjaga idealisme dan konsistensi perjuangan dalam mengawal perubahan sosial.
Melalui forum dialog ini, peserta diajak untuk memahami bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar dimaknai sebagai momentum seremonial tahunan, tetapi harus menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman pandangan, latar belakang, maupun kepentingan. Perbedaan gagasan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi, melainkan menjadi kekuatan dalam melahirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif.
Dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, mahasiswa dan aktivis memiliki tanggung jawab moral untuk senantiasa mengambil peran sebagai kelompok intelektual yang kritis, independen, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Gerakan mahasiswa tidak cukup hanya hadir melalui kritik dan penyampaian aspirasi, tetapi juga harus mampu menawarkan gagasan, membangun ruang dialog, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini menegaskan bahwa perubahan membutuhkan kesatuan visi dan keberanian untuk membuka ruang kolaborasi. Menyatukan gagasan berarti membangun kesadaran kolektif, merawat perbedaan berarti menjaga nilai demokrasi dan toleransi, sementara menggerakkan perubahan merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia melalui kegiatan ini berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi titik penguatan kembali semangat kolektif mahasiswa dan aktivis dalam membangun gerakan yang lebih progresif, inklusif, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.
Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam tindakan dan kontribusi nyata. Sebab, persatuan bukan berarti menyeragamkan pemikiran, melainkan menyatukan langkah di tengah perbedaan untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Komentar