JAKARTA — Kunjungan ke pabrik kosmetik menjadi salah satu agenda menarik dalam rangkaian SICS Summit 2026 dan The 1st SICS Scientific Conference.
Melalui agenda Factory Visit to PT Cosmax Indonesia di kawasan Ciracas, Jakarta, para peserta mendapat kesempatan melihat langsung bagaimana industri kosmetik berstandar internasional menjalankan proses produksi hingga pengawasan mutu.

Salah satu peserta yang mengikuti agenda tersebut adalah Reni Ardianti Putri, CEO PT Kasyara Sula Maju.Reni mengikuti kunjungan bersama sejumlah pengusaha dan pelaku industri kosmetik dari berbagai negara.
Dalam agenda tersebut, Reni juga tergabung dalam tim BPOM, sehingga dapat melihat langsung penerapan standar industri dari perspektif pelaku usaha sekaligus dalam lingkungan regulator.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran melalui forum atau seminar karena peserta dapat melihat secara langsung fasilitas dan proses manufaktur kosmetik.
Salah satu aspek yang dipelajari adalah teknologi formulasi, mulai dari pencampuran bahan aktif, stabilisasi emulsi hingga pengembangan inovasi produk kecantikan yang mengikuti perkembangan teknologi K-Beauty.
Peserta juga melihat penerapan standar higienitas melalui sistem clean room, pengaturan udara menggunakan AHU, serta penggunaan pakaian khusus untuk mencegah kontaminasi produk.
Tidak hanya proses produksi, sistem rantai pasok juga menjadi perhatian. Peserta mempelajari alur mulai dari penerimaan bahan baku, karantina, produksi hingga penyimpanan produk jadi dalam gudang yang menerapkan standar GMP.
Sistem Quality Control dan Quality Assurance turut menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut, termasuk pengujian fisik, kimia dan mikrobiologi sebelum produk dipasarkan.
Bagi Reni, pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata mengenai bagaimana standar industri kosmetik diterapkan secara konsisten.
Kunjungan itu juga membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk membandingkan praktik industri nasional dengan standar manufaktur kosmetik yang diterapkan oleh perusahaan global.
Dari kunjungan tersebut, sejumlah praktik dinilai dapat diterapkan dalam industri kosmetik nasional, seperti penguatan CPKB, otomatisasi proses filling dan packaging, pengembangan produk berbasis riset, serta penerapan K3 secara disiplin.
Reni menilai pengalaman tersebut penting untuk memperkuat daya saing industri kosmetik Indonesia.Menurutnya, pelaku industri tidak cukup hanya mengikuti tren pasar, tetapi harus memahami teknologi, regulasi, standar keamanan, serta proses produksi yang mampu menghasilkan produk berkualitas.
Factory visit ke PT Cosmax Indonesia menjadi bagian dari rangkaian SICS Summit 2026 yang mempertemukan regulator, ilmuwan, akademisi dan pelaku industri kosmetik dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membuka ruang kolaborasi agar industri kosmetik Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.

Komentar