Daerah
Beranda / Daerah / ITB Nobel Indonesia Dorong UMKM Desa Lerang Naik Kelas Lewat Branding dan Digital Marketing

ITB Nobel Indonesia Dorong UMKM Desa Lerang Naik Kelas Lewat Branding dan Digital Marketing

PINRANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITB Nobel Indonesia Posko 13 menggelar seminar kewirausahaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lerang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini mendorong pelaku UMKM agar mampu memperkuat branding dan memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar.
Seminar mengangkat tema

“Kenalkan Produkmu, Kembangkan Usahamu: Strategi Branding Praktis dan Hemat untuk UMKM Desa”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN Posko 13 dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Lerang.

Mahasiswa KKN Posko 13 bertindak sebagai penyelenggara dengan menghadirkan pemateri dari Program Studi Manajemen Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia.

Kegiatan diikuti Pemerintah Desa Lerang, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta mahasiswa KKN. Peserta mendapat materi mengenai strategi membangun identitas produk, memperkuat merek, hingga memanfaatkan media digital untuk memperluas pemasaran.Kegiatan diawali pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan sambutan Kepala Desa Lerang, Ikhsan.

Kado Penghargaan Menyalakan Literasi Santri di Ponpes Al-Ikhlas Buton Tengah

Ikhsan menyambut baik kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Posko 13. Menurutnya, pendampingan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Desa Lerang. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu UMKM agar semakin berkembang,” ujar Ikhsan.

Dia berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Lerang dan ITB Nobel Indonesia dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Diperkuat Penandatanganan Implementation Agreement
Selain seminar dan pendampingan UMKM, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Manajemen Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia dan Pemerintah Desa Lerang.

Penandatanganan IA menjadi bagian dari implementasi kerja sama kelembagaan antara ITB Nobel Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Pelindo Tolitoli Gelar Kerja Bakti dan Senam Bersama, Perkuat Kebersihan serta Produktivitas Pekerja

Kerja sama itu diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diterjemahkan dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Melalui IA tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi dalam bidang peningkatan kapasitas masyarakat, kewirausahaan, pendampingan UMKM, serta penguatan potensi ekonomi lokal.

Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Branding Tak Sekadar Logo
Sesi pertama seminar menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Firman, M.Si. yang membawakan materi “Kenalkan Produkmu, Kembangkan Usahamu: Strategi Branding Praktis dan Hemat untuk UMKM Desa.”

Prof. Ahmad menjelaskan branding bukan sekadar persoalan membuat logo, memilih warna, atau mendesain kemasan. Branding merupakan proses membangun identitas dan persepsi produk agar mudah dikenali, diingat, dan dipercaya konsumen.

Menurutnya, UMKM desa memiliki modal penting untuk membangun merek, yakni keunikan lokal. Hal itu dapat berupa bahan baku, produk khas, budaya, tradisi, kearifan lokal, hingga cerita yang melekat pada sebuah produk.

Pelindo Tolitoli dan Kejari Perkuat Sinergi, Bersama Dorong Tolitoli Makin Maju

“UMKM desa memiliki keunggulan berupa keunikan lokal. Keunikan tersebut harus dikemas menjadi identitas produk sehingga konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga mengenal cerita dan nilai yang ada di balik produk tersebut,” jelas Prof. Ahmad.

Dia menekankan branding tidak harus dimulai dengan anggaran besar. Pelaku UMKM dapat memulainya dari langkah sederhana, seperti memilih nama produk yang mudah diingat, memperbaiki kemasan, menggunakan identitas visual secara konsisten, serta menonjolkan keunggulan produk dalam setiap promosi.

“Jangan menunggu usaha menjadi besar baru melakukan branding. Justru sejak usaha masih kecil, identitas produk harus mulai dibangun. Kenalkan produk, tampilkan keunggulannya, dan konsisten dalam memasarkannya,” tambahnya.

Materi tersebut diharapkan membuka wawasan pelaku UMKM bahwa membangun merek dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing usaha.
Dorong UMKM Manfaatkan Marketing Digital
Materi selanjutnya disampaikan Dr. Fitriani Latief, S.P., M.M. dengan topik “Marketing Digital UMKM.”

Dr. Fitriani menjelaskan pentingnya pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Media sosial dan berbagai platform digital, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi, komunikasi dengan pelanggan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Marketing digital memberikan peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar. Yang penting adalah konsistensi, kreativitas, dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah aspek dasar pemasaran digital. Di antaranya pembuatan konten, penyajian foto produk, penulisan informasi produk yang menarik dan jelas, hingga membangun interaksi dengan konsumen melalui media sosial.

Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi salah satu strategi bagi UMKM Desa Lerang untuk memperluas jangkauan pasar. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat dipromosikan kepada konsumen dari wilayah lain melalui kanal digital.

Seminar tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa KKN Posko 13 juga mengambil peran dalam mendampingi pelaku UMKM untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.
Pendampingan dilakukan dengan membantu pelaku usaha mengenali potensi produk, menyusun identitas sederhana, membuat materi promosi, mengoptimalkan media sosial, serta memperkenalkan produk lokal melalui berbagai kanal digital.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari program KKN. Mahasiswa tidak hanya memberikan seminar, tetapi juga berupaya menjadi mitra masyarakat dalam menerapkan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Mulai dari menentukan identitas produk, membuat kemasan menarik, mempromosikan produk, hingga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen.

Diskusi tersebut menunjukkan kebutuhan pelaku UMKM cukup beragam. Karena itu, pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pelaksanaan seminar dan pendampingan UMKM menunjukkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Mahasiswa KKN Posko 13 menjadi penggerak kegiatan di lapangan. Sementara dosen Program Studi Manajemen Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia memberikan penguatan pengetahuan dan perspektif akademik terkait branding serta pemasaran digital.

Pemerintah Desa Lerang berperan sebagai mitra strategis dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan potensi desa.

Penandatanganan Implementation Agreement antara Program Studi Manajemen Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia dan Pemerintah Desa Lerang diharapkan menjadi fondasi kerja sama yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pendampingan UMKM, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi desa.

Bagi ITB Nobel Indonesia, keterlibatan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen menghadirkan kontribusi akademik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara bagi Desa Lerang, kerja sama tersebut diharapkan membuka akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui kegiatan “Kenalkan Produkmu, Kembangkan Usahamu”, pelaku UMKM Desa Lerang diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun identitas merek, memanfaatkan teknologi digital, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Sinergi antara mahasiswa KKN Posko 13, Program Studi Manajemen Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia, Pemerintah Desa Lerang, Pemerintah Kabupaten Pinrang, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong UMKM desa semakin berdaya saing dan naik kelas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *