Update Cepat
Beranda / Update Cepat / Tiga bocah di Maros tenggelam,dua diantaranya kakak beradik

Tiga bocah di Maros tenggelam,dua diantaranya kakak beradik

MAROS_Tiga bocah dilaporkan tewas tenggelam di dua lokasi berbeda di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu siang.

Dua korban di antaranya merupakan kakak beradik yang tenggelam saat mencari kerang di rawa bekas galian, sementara satu bocah lainnya meninggal dunia saat berenang bersama rekannya di kolam bekas galian yang dijadikan lokasi pemancingan.

Dua peristiwa tragis tersebut terjadi hampir bersamaan dengan jarak lokasi hanya sekitar setengah kilometer. Warga yang mendengar teriakan minta tolong sempat kebingungan karena mengira kejadian tenggelam hanya terjadi di satu lokasi.

Korban pertama diketahui bernama Muhammad Abrizan, bocah berusia tujuh tahun. Korban tenggelam saat berenang bersama tiga rekannya di sebuah kolam bekas galian di Kelurahan Bontoa.

Warga yang panik langsung melakukan pencarian secara manual di dasar kolam yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

APPS Dorong Dialog Kritis tentang Kebebasan Berpendapat dan Penegakan Hukum di Ruang Demokrasi

Setelah hampir satu jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar kolam. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka menuju puskesmas terdekat.

Tidak lama berselang, warga kembali dikejutkan dengan peristiwa tenggelamnya dua bocah kakak beradik di lokasi berbeda yang masih berada di kawasan yang sama.

Peristiwa bermula saat sang adik terpeleset ke dalam rawa bekas galian saat mencari kerang.Melihat adiknya tenggelam, sang kakak bernama Ica yang berusia 8 tahun berusaha memberikan pertolongan.

Namun nahas, keduanya justru ikut terseret ke dasar kolam yang memiliki kedalaman hampir dua meter.
Usai dilakukan pencarian selama sekitar dua puluh menit, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan saling berpelukan di dasar kolam.

Warga sempat memberikan pertolongan pertama, namun nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

Raup Rp 750 Juta Sebulan, BPOM Ungkap Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto

Sementara,menurut salah seorang warga Achmad Fahmi mengatakan“Warga sempat panik karena ada tiga anak tenggelam di lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan.

Banyak warga mengira hanya satu kejadian, ternyata di tempat lain juga ada korban tenggelam. Kolam bekas galian di sini memang cukup dalam dan berbahaya untuk anak-anak.”

Ketiga Jenazah korban tenggelam ini telah di pulangkan rumah duka masing masing di kecamatan Mandai, kabupaten Maros untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para orang tua agar lebih mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar kubang bekas galian maupun kolam dengan kedalaman berbahaya. Selain itu, pemerintah dan warga diharapkan segera memasang tanda peringatan di lokasi rawan guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.

Ketum PWI Akhmad Munir: Pers Tak Akan Mati, Wartawan Harus Adaptif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *